Bike to Work Edukasi Pengguna Jalan Tertib

HomeLingkungan

Bike to Work Edukasi Pengguna Jalan Tertib

Bike to Work Indonesia bersama Koalisi Pejalan Kaki menggelar kampanye edukasi bertajuk “Yang Bersepeda Yang Istimewa”, mendorong pengguna jalan termasuk pesepeda agar tertib berlalu lintas.

Komunitas Wanita dan Gunung, Tak Melulu Soal Gunung
Tingkatkan Kompetensi SDM di Bidang Jurnalistik, LAPMI Metro Kunjungi Rilis.id
Komunitas Turun Tangan Sediakan Konseling Gratis Bagi ODP
1 min read

Jakarta, Falsafah.ID – Bike to Work Indonesia bersama Koalisi Pejalan Kaki menggelar kampanye edukasi bertajuk “Yang Bersepeda Yang Istimewa”, di Jalan Sudirman, Jumat, (10/07/2020). Acara ini dilakukan untuk mendorong para pengguna jalan termasuk pesepeda agar tertib berlalu lintas.

Kegiatan tersebut mengundang ribuan pesepeda dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pada aksi kali ini, para anggota Bike to Work menggelar karpet merah di jalur sepeda di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menggunakan atribut poster, dan menampilkan sosok koki yang melayani para pesepeda. Ikon koki tersebut diilustrasikan sebagai pemerintah yang melayani warganya.

Menurut Ketua Bike to Work Indonesia Poetoet Soedarjanto, semua aksi tersebut bertujuan untuk mengedukasi pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas termasuk pesepeda. Ia mengatakan sepeda menjadi solusi sekaligus berperan penting dalam transportasi ramah lingkungan. “Pemerintah harusnya melayani dengan baik semua pengguna jalan di jalan raya,” ucapnya saat ditemui Greeners, kemarin.

Ia menilai pemerintah belum sepenuhnya peduli terhadap transportasi alternatif tersebut. Hal itu, kata dia, terlihat dari fasilitas sepeda yang masih kurang memadai. “Ketika pesepeda mengalami peningkatan dianggap menjadi masalah bukan sebagai solusi,” ujarnya.

Selain itu menurut Poetoet, kebutuhan pesepeda bukan hanya jalur sepeda, tetapi fasilitas pendukung lainnya. “Kalau jalur sepeda banyak kota sudah membuat, tetapi hanya sekadar simbol saja. Implementasinya tidak ada,” ujarnya.

Mengenai transportasi ramah lingkungan, ia mengatakan bukan hanya sepeda saja. Menurutnya pemerintah sebaiknya mulai membangun fasilitas angkutan publik yang mendukung transportasi hijau (Green Transportation) dan tidak hanya berada di Jakarta tetapi juga di Indonesia.

“Dengan fasilitas yang memadai dapat mengurangi ketergantungan menggunakan kendaraan bermotor. Mengurangi bukan berarti  meniggalkan sama sekali. Tetap membutuhkan motor, mobil, tetapi  gunakan secara bijak,” kata dia.

Maraknya kegiatan bersepeda di saat pandemi ini, kata dia, juga memiliki sisi baik dan buruk. Menurutnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan sepeda untuk berolahraga meningkat dengan sangat pesat. Namun, banyak juga di antara para pesepeda yang masih mengabaikan protokol kesehatan, aturan berlalu lintas, dan etika saat berada di jalan.

Bike to Work Indonesia meminta agar para pesepeda maupun masyarakat di seluruh Indonesia untuk tetap menaati peraturan lalu lintas dan memerhatikan protokol kesehatan saat berkendara.

Poetoet menambahkan dibutuhkan peran semua pihak untuk saling mengedukasi agar tercipta rasa aman dan nyaman bagi semua pengguna saat berada di jalan raya. “Selalu niatkan jangan sampai diri celaka,  hormati pengguna jalan yang lain. Terakhir jangan sampai kita tertular Covid-19 atau menularkan virus. Caranya ikuti protokol kesehatan,” ujarnya. (*/Ridho/Greeners)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0