Kebenaran Aktual

HomeOpini

Kebenaran Aktual

Kebenaran yang membebaskan tidak ditemukan lewat interpretasi, melainkan hubungan langsung dengan fakta.

Bilakah Dunia Tanpa Islam?
Menanyakan Ketiadaan (Bagian Terakhir)
Absurditas: Refleksi Kematian Atas Covid-19
1 min read

“Setiap kali penderitaan terasa sengatnya, aku akan melihat kebenaran ini, bahwa sengat penderitaan tidak pernah diciptakan oleh fakta, tetapi oleh interpretasi atas fakta.”

Kebenaran yang membebaskan tidak ditemukan lewat interpretasi, melainkan hubungan langsung dengan fakta. Hidup, penderitaan, nafsu, keserakahan, kebencian, kekerasan, kecemasan, iri hati, rasa rakut, sakit hati atau semua rasa perasaan emosi adalah fakta. Apa yang kita pikirkan tentang fakta adalah interpretasi.

Setiap fakta batin bisa diselesaikan seketika justru apabila batin dibersihkan dari interpretasi. Buanglah ayat-ayat kitab suci. Singkirkan pesan-pesan para pemuka agama. Kesampingkan tradisi dan budaya. Lenyapkan semua otoritas di benak Anda. Cukup nyalakan terang kesadaran. Sinari setiap fakta dan lihatlah apa yang terjadi!

Apabila batin betul-betul jernih, tidak tertambat pada otoritas apapun dalam melihat fakta, maka Anda berjumpa dengan Kebenaran Aktual. Anda bebas. Seketika! Bebas dari fakta yang Anda lihat. Fakta, kemalangan hidup Anda misalnya, tidak perlu lagi diberi makna. Mengalami langsung pembebasan jauh lebih bermakna daripada makna hasil interpretasi dengan beban pengaruh agama di benak Anda.

Sekarang Anda bebas untuk mengambil kembali kitab-kitab Anda. Anda kini membacanya dengan berbeda, tidak seperti sebelumnya.

Mengapa banyak orang gampang ditipu oleh para politisi, pemuka agama, ahli-ahli kitab, pembela dogma, kaum fanatik primordial? Semua orang cenderung hidup bukan berdasarkan fakta, melainkan interpretasi. Itulah mengapa pesan-pesan yang dibalut dengan bahasa agama, masih tetap laku dijual dari generasi ke generasi.

Tidak peduli apakah isi pesannya bermoral atau tidak bermoral, bahkan sangat jauh dari nilai-niai kemanusiaan, penuh kekerasan, barbar. Bungkusnya lebih penting daripada isinya. Itulah kesesatan ekstrem dari mereka yang tidak mengerti perbedaan antara interpretasi dan fakta.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 1
  • comment-avatar

    Fakta itu tak ada apa apanya tanpa informasi awal sebagaimana teks cina fakta di hadapan anda tak akan bisa dibaca tanpa ada memori belajar abjad sebelumnya di otak kita

DISQUS: 0