Masjid Al Irsyad Satya, Masjid Tanpa Kubah dan Menara

HomeWisata

Masjid Al Irsyad Satya, Masjid Tanpa Kubah dan Menara

Masjid Al Irsyad Satya dibangun pada 12 November 2009 dan selesai pada 9 Agustus 2010, bertepatan dengan 17 Ramadhan.

Masjid Annur, Taj Mahalnya Indonesia
Masjid Cantik nan Unik di Selat Malaka
Masjid Saka Tunggal, Masjid Tertua di Indonesia
1 min read

Jika kebanyakan masjid-masjid yang sering kita temui identik dengan kubah dan menara, maka lain halnya dengan satu masjid yang terletak di Kota Baru Parahyangan – Padalarang. Masjid yang satu ini tidak memiliki kubah dan tidak juga berjendela. Masjid Al Irsyad Satya diresmikan pada Agustus 2010. Masjid ini dirancang khusus oleh Ridwan Kamil, mantan Walikota Bandung yang kini menjadi Gubenur Jawa Barat.

Masjid Al Irsyad Satya dibangun pada 12 November 2009 dan selesai pada 9 Agustus 2010, bertepatan dengan 17 Ramadhan. Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 1 Ha ini, mampu menampung 1500 jamaah. Kepemilikan masjid ini sepenuhnya milik Yayasan Al Irsyad Satya, sebuah yayasan yang juga mendirikan Al Irsyad Satya Islamic School.

Selain bentuknya menyerupai kubus atau menyerupai ka’bah, ada beberapa keunikan lainnya dari masjid ini seperti tidak adanya jendela masjid, mimbar dan tempat imam shalat diatas kolam ikan, dan  terdapat bola besar yang bertuliskan lafadz Allah. Tidak ada jendela masjid ini bukan berarti udara di dalamnya menjadi pengap. Sebagai ventilasi udara, beberapa bagian dinding yang hanya tersusun dari batu batako ini dilubangi.

Hasilnya udara di dalam masjid menjadi sejuk. Lubang ventilasi udara tersebut didesain membentuk kalimat tauhid. Sehingga bila malam hari, ketika lampu dinyalakan, akan nampak tulisan latin dari kalimat tauhid tersebut.

Pada langit-langit masjid terdapat 99 balok yang menggantung dan bertuliskan asmaul husna. Isi dari balok-balok tersebut merupakan lampu. Sehingga bila lampu dinyalakan akan tampak 99 asmaul husna dari langit-langit masjid.

Daya tarik lainnya dari masjid ini yaitu, terdapat bola hitam besar tepat di depan tempat imam memimpin salat. jika biasanya arah kiblat dihalang oleh tembok yang merupakan bagian dari bangunan masjid, lain halnya dengan masjid yang dibangun dengan anggaran 6,9 Milyar ini. Pada bagian depan masjid (arah kiblat) dibiarkan terbuka dengan pemandangan langsung tertuju pada gunung Parahyangan. Hal ini yang membuat para jamaah betah berlama-lama di dalam masjid.

Jamaah masjid Al Irsyad Satya tidak hanya dari penduduk sekitar, beberapa turis mancanegara seperi Australia, Singapore dan Negara-negara lainnya .

Masjid yang dulu sering dikunjungi Rdwan Kamil ini, telah meraih penghargaan dari BCI Asia sebagai The Best 5 World Building of The Year untuk kategori Bangunan Religi, versi Archdaily and Green Leadership Award pada tahun 2011. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1