Masjid Salman Al Farisi Malang

HomeUncategorized

Masjid Salman Al Farisi Malang

Masjid Salman Al Farisi yang memiliki 7 menara serta 5 kubah.menjadi salah satu tempat berlangsungnya pendidikan keagamaan pesantren.

Hello world!
SDM Unggul Tak Hanya Sarjana
Program Studi Agama dan Lintas Budaya UGM Buka Beasiswa S2
2 min read

Di Malang, ada sebuah masjid yang disebut-sebut mirip dengan bangunan Taj Mahal di India. Ketenaran masjid ini bahkan sudah tersebar ke media sosial sejak belum selesai dibangun.

Mulai dibangun pada 2013, Masjid Salman Al Farisi selesai dikerjakan sekitar pertengahan 2017 lalu. Masjid ini terletak di Dusun Karangampel, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare, luas bangunan masjid ini sekitar 1600 m2. Letaknya cukup berjarak dengan permukiman warga. Jarak antara masjid dengan permukiman warga terdekat sekitar 100-200 meter.

Lokasi ini sengaja dipilih karena suatu hal. Setahun setelah berdirinya Masjid Salman Al Farisi dibangunlah pondok pesantren di area itu. Pilihan untuk menciptakan jarak antara kawasan masjid dengan permukiman warga bertujuan supaya para santri lebih fokus dalam menjalani pendidikan pesantrennya.

Inisiatif Tim Pembangunan

Pengurus Takmir Masjid Salman Alfarisi, Deden Ferry menerangkan bahwasanya tidak ada rencana khusus dari pihak pengelola untuk membangun masjid yang serupa dengan Taj Mahal di India.

Pihak pengelola menyerahkan desain masjid kepada tim pembangunan masjid yang sebelumnya ditunjuk. Menurut lelaki yang juga ketua Yayasan Assunah Husnul Khatimah itu Ia tidak mengetahui dengan pasti apa alasan yang melatarbelakangi tim pembangunan masjid memilih desain serupa dengan Taj Mahal.

Menurut kesaksian Deden, masjid yang berada dalam naungan Yayasan Assunah Husnul Khatimah ini disebut-sebut mirip Taj Mahal sejak 2016 lalu. Menghadapi hal ini, pihak pengelola masjid sendiri tidak berkeberatan. Pengelola Masjid Salman Al Farisi justru berharap dengan penyebutan itu masyarakat sekitar semakin tertarik untuk memakmurkan masjid.

Pembangunan masjid ini terbilang cukup lama karena bentuknya yang cukup unik dan ada detail-detail yang memerlukan pengerjaan secara serius. Sehingga waktu yang dibutuhkan dari awal pembangunan sampai selesai dan siap digunakan sekitar empat tahun.

Mercusuar Pembinaan Agama Islam

Masjid Salman Al Farisi berada dalam satu kawasan dengan Pondok Pesantren Darus Sunnah. Pondok pesantren ini juga dikelola Yayasan As-Sunnah Husnul Khotimah. Pembangunan Masjid Salman Al Farisi didahulukan daripada pembangunan pondok pesantren karena memiliki tujuan tertentu.

Masjid yang dikatakan Taj Mahal versi Malang itu sengaja dibangun lebih awal karena berfungsi sebagai ikon dan mercusuar pembinaan agama Islam untuk masyarakat dan para santri. Sebelum berlangsungnya aktivitas Pondok Pesantren Darus Sunnah, aktivitas di Masjid Salman Al Farisi sudah lebih dulu dilaksanakan.

Pertama-tama masjid digunakan untuk shalat jamaah lima waktu. Kemudian shalat tarawih dan kajian-kajian, baik selama Ramadan maupun hari biasa.

Ketika aktivitas pondok pesantren sudah mulai berjalan, Masjid Salman Al Farisi menjadi salah satu tempat berlangsungnya pendidikan keagamaan pesantren.

Arsitektur Masjid

Masjid Salman Al Farisi memiliki 7 menara serta 5 kubah. Empat kubah berukuran lebih kecil dan satu kubah utama. Interior di bagian dalam masjid menunjukkan perpaduan unsur tradisional dan modern. Di keempat tiangnya ada lampu tempel bercorak klasik.

Bagian yang diperuntukkan imam terbuat dari marmer dengan kombinasi warna cokelat tua dan abu-abu. Dinding bagian depan dilapisi marmer berwarna cokelat muda. Jendela dan pintu dengan kusen kayu. Kaca hiasnya juga memiliki warna yang cocok dengan interior lain, warnanya merah dan cokelat. (*/merdekacom)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1