Masjid Ulakan, Saksi Sejarah di Pariaman

HomeTravelling

Masjid Ulakan, Saksi Sejarah di Pariaman

Masjid Ulakan lebih dikenal sebagai Masjid Raya Syekh Burhanuddin. Didirikan pada 1670 M oleh seorang ulama bernama Syekh Burhanuddin.

#Dirumahaja, Yuk Wisata Daring ke Sejumlah Museum Ini
Kul Sharif, Masjid Megah di Rusia Bergaya Renaisans Awal dan Ottoman
Masjid Safinatun Najah, Berbentuk Kapal Nabi Nuh
1 min read

Pariaman, Falsafah.IDBerbagai unsur kehidupan di Minangkabau sangat mempesona. Salah satunya adalah kebudayaan Islam. Mulai dari cara hidup sehari-hari sampai berbagai bangunan yang berdiri di sana menggambarkan percampuran antara budaya lokal dengan budaya Islam yang memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung.

Hal ini sudah berlangsung sejak lima abad yang lalu, sebuah perjalanan panjang yang menyimpan berbagai cerita. Salah satu saksi dari perjalanan panjang itu dapat kita saksikan di Masjid Ulakan yang terletak di Nagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Tempat Ibadah dan Berlindung Saat Bencana

Masjid Ulakan kini lebih dikenal sebagai Masjid Raya Syekh Burhanuddin. Kehadirannya sangat erat berkaitan dengan sejarah Islam di Sumatra Barat, lebih khusus lagi di daerah Maninjau. Bangunan tempat ibadah ini didirikan pada 1670 Masehi oleh seorang ulama bernama Syekh Burhanuddin.

Pada awalnya, masjid ini disebut Masjid Jami karena berbagai kegiatan keagamaan banyak berlangsung di sana, seperti para santri yang digembleng Syekh Burhanuddin untuk menyebarkan agama Islam di pelosok ranah Minang, bahkan sangat jauh hingga ke Tapanuli Selatan. Masyarakat setempat kemudian menamakan masjid ini dengan nama masjid Syekh Burhanuddin untuk menghargai jasa-jasanya.

Arsitektur masjid Ulakan telah mengalami beberapa renovasi. Kini, bangunannya merupakan paduan antara arsitektur Minangkabau dengan arsitektur Timur Tengah. Dua kubah raksasa menjulang ke langit sebagai tanda kejayaan agama Islam, sedangkan dindingnya yang berwarna kebiruan merupakan simbol keakraban masjid dengan lingkungan. Selain itu, terdapat menara yang mencakar langit di sebelah kanan dan kiri.

Masjid Ulakan dibangun di atas tanah seluas 3.850 m2dengan luas bangunan 1.600 m2, terdiri dari dua lantai dan mampu menampung jamaah sebanyak 3.000 orang. Selain sebagai tempat ibadah, pada waktu bencana masjid ini juga dijadikan sebagai tempat evakuasi.

Letak Masjid Ulakan tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, hanya butuh waktu tempuh sekitar 45 menit. Selama perjalanan, Sobat Pesona akan menyaksikan perkampungan khas daerah Pariaman. Biasanya, banyak wisatawan melakukan ziarah ke masjid ini karena terdapat makam Syekh Burhanuddin. Selain merasakan nuansa sejarah dan melakukan ziarah, di sekitar masjid terdapat berbagai kuliner yang menarik untuk disantap. (*)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1