Museum Sejarah Jakarta Batasi Pengunjung

HomeBerita

Museum Sejarah Jakarta Batasi Pengunjung

Kunjungan Maksimal 250 Orang dan Rombongan 15 Orang

Museum Sejarah Jakarta membatasi kunjungan wisatawan dengan memberlakukan jumlah kunjungan maksimal 250 orang dan romobongan 15 orang dalam satu waktu.

Sitasi Bimbingan Konseling UM Metro, Peringkat 6 dari 120 Prodi BK di Perguruan Tinggi Se-Indonesia
Punya Tas Reusable? Cuci Hingga Higienis Agar Tak Tularkan Virus
Pilkada Ditunda, Perludem Sarankan Digelar Pertengahan 2021
1 min read

Jakarta, Falsafah.ID – Museum Sejarah Jakarta yang berdiri di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, membatasi kunjungan wisatawan dengan memberlakukan jumlah kunjungan sebanyak 250 orang maksimal dalam satu waktu.

Jika melebihi kapasitas tersebut, maka pengunjung diharapkan menunggu di luar dan masuk secara bergantian.

“Jadi kalau di dalam (museum) sudah lebih dari 250 orang, maka kita tunggu ada yang keluar dulu baru boleh ada yang masuk. Tapi selama transisi ini sih belum pernah ada yang mencapai 250 orang dalam satu waktu bersamaan,” kata Kasatpel Museum Sejarah Jakarta, Istiqomah Armitawati, Kamis (25/6/2020).

Museum Sejarah Jakarta mulai dibuka kembali sejak 8 Juni lalu dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan aturan pemerintah.

Selain aturan mengenai 250 pengunjung, wisatawan dengan rombongan kini hanya diperbolehkan maksimal 15 orang saja.

Aturan ini diberlakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan ketika berada di dalam ruangan museum.

“Biasanya kita minimal 30 orang untuk rombongan, sekarang kita maksimal 15 orang. Jadi yang 1 guide biasa 30 orang minimal, kita batasi cukup bawa 15 orang,” tuturnya.

Meski begitu, jumlah pengunjung yang datang selama PSBB transisi datang relatif sepi.

Menurut Istiqomah, dalam kondisi normal biasanya pengunjung bisa mencapai 5.000 hingga 7.000 saat akhir pekan.

Kini di tengah PSBB transisi, kunjungan wisatawan tak sampai 50 persen.

“Kemarin Rabu, sehari pernah 250-an pengunjung. Tapi itu dalam seharian bukan satu waktu bersamaan. Biasanya pas normal kalau weekend, bisa 5.000 hingga 7.000 pengunjung. Iya enggak sampai 50 persennya,” jelas dia. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0