Punya Tas Reusable? Cuci Hingga Higienis Agar Tak Tularkan Virus

HomeBerita

Punya Tas Reusable? Cuci Hingga Higienis Agar Tak Tularkan Virus

Pada saat-saat terbaik, tas reusable dapat menjadi tidak higienis karena banyak orang tidak mencucinya dengan sabun dan air setelah setiap kali digunakan.

Dianggap Maju, Indonesia Tak Ada Lagi di Daftar Negara Berkembang
Akibat Corona, Ganjar Pranowo Batal ke Lampung
Menkeu: THR PNS Dibayar Sesuai Jadwal
2 min read

Jakarta, Falsafah.ID – Tas reusable belakangan banyak digunakan orang-orang untuk berbelanja. Alasannya tak lain karena dipercaya lebih ramah lingkungan ketimbang tas plastik. Namun, bagaimana dengan menggunakan reusable bag di tengah wabah COVID-19?

Toko Green Zebra di Portland, Oregon, Amerika Serikat yang sebelum wabah korona menganjurkan para pelanggan untuk menggunakan tas reusable, kini menarik kembali imbauannya tersebut. Pelanggan kini diminta tidak membawa tas yang bisa digunakan kembali untuk belanja. Sebagai gantinya, mereka sediakan kantong kertas daur ulang.

“Pada saat-saat terbaik, tas reusable dapat menjadi tidak higienis karena banyak orang tidak mencucinya dengan sabun dan air setelah setiap kali digunakan. Selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, hidup dan mati itu penting untuk melindungi kesehatan semua orang. Jadi itu bukan keputusan sulit melarang penggunaan tas reusable,” ujar pendiri dan CEO Green Zebra, Lisa Sedlar seperti dilansir dari huffpost.

Sedlar tidak sendirian akan kekhawatirannya terhadap tas reusable. Gubernur Massachusetts Illinois dan Maine juga mengimbau untuk sementara waktu tidak menggunakan tas reusable dalam upaya melindungi pelanggan dan karyawan toko kelontong dari penyebaran virus.

Marion Nestle selaku profesor studi makanan, nutrisi, dan kesehatan masyarakat di NYU menyatakan bahwa kebijakan ini terbilang masuk akal.

“Satu-satunya faktor risiko terbesar COVID-19 adalah seseorang yang semakin dekat dengan orang pembawa virus. Yang paling rentan terkena adalah menyentuh permukaan yang baru saja mereka sentuh. Dalam situasi ini, risiko teoretis berjalan dua arah. Pasti toko menanggung risiko apabila tas terkontaminasi dan petugas kasir menyentuhnya, memegang virus dan meneruskannya. Pembeli juga berisiko karena petugas kasir memegang barang dan menyentuh tas yang kita bawa pulang. Membuang-buang beberapa tas sepertinya harga kecil untuk membayar ketenangan pikiran,” ujar Nestle.

Meski demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit belum mengeluarkan pedoman resmi mengenai tas reusable selama krisis virus korona. Di sebagian negara, ini adalah keputusan kasus per kasus yang tersisa untuk toko itu sendiri. Misalnya, pelanggan di Trader Joe masih diperbolehkan membawa tas reusable, asalkan pelanggan bersedia mengemas bahan makanan mereka sendiri.

Cailin Carlile bekerja di toko grosir, baru-baru ini menerapkan kebijakan serupa untuk meminimalkan jumlah permukaan yang disentuh oleh kasir.

“Jika kita menyentuh tas yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh uang tunai atau tas orang lain, maka kita hanya membuat lebih banyak peluang untuk menyebarkan penyakit,” ujar Carlile

Dalam beberapa kasus, larangan penggunaan tas reusable mungkin tidak dapat dilakukan. Karlie Frisbee Brogan bekerja di rantai toko kelontong besar nasional baru-baru ini mendorong pelanggan untuk membawa tas mereka sendiri karena kekurangan kantong kertas di tokonya. Ia jarang menyentuh tas reusable yang dibawa orang dari rumah, bahkan sebelum krisis virus korona.

“Terutama pandemi melanda, saya benar-benar tidak ingin menangani tas mereka yang tidak dicuci.” ujar Brogan.

Sulit untuk menyalahkannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen tas reusable mengandung banyak bakteri dan mengandung Escherichia Coli dan kotoran. Pakar keamanan pangan Jeff Nelken menjelaskan supaya aman dari tas reusable, kita harus membersihkan setiap kali menggunakannya. Apalagi di masa-masa virus korona, ini sangat penting.

Apabila tidak sempat dicuci dengan sabun, Nalken menyarankan menggunakan tisu disinfektan. Kita dapat menggunakannya untuk membersihkan tas dengan baik, tetapi pastikan mengandung disinfektan yang disetujui oleh Badan Perlindungan Lingkungan dan mengikuti instruksi pada label. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0