SMP MUAD Kampiun LCC Kebudayaan dan Permuseuman se Kota MetroSMP MUAD memenangkan LCC Kebudayaan dan Permuseuman tingkat SMP se Kota Metro, 6-8 April di Rumah Dokter.

HomeBerita

SMP MUAD Kampiun LCC Kebudayaan dan Permuseuman se Kota Metro

Metro, falsafah.id- SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MUAD) memenangkan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebudayaan dan Permuseuman tingkat SMP se Kota Metro, 6

Bangun Sinergi, Unila Kerjasama dengan Puslitbang MA, PT Lampung dan FHS UMKO
Susul NU dan Muhammadiyah, PGRI Mundur dari POP
Aliansi Dosen Desak UI Dukung Kebebasan Berpendapat
1 min read

Metro, falsafah.id- SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MUAD) memenangkan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebudayaan dan Permuseuman tingkat SMP se Kota Metro, 6-8 April di Rumah Dokter.

SMP MUAD mengalahkan SMPN 1 Metro dan SMPN 2 Metro dalam babak final. SMP MUAD menjawab hampir semua soal dan meraih total poin 1750 mengalahkan SMPN 2 Metro meraih 150 dan SMPN 1 meraih 550 poin. Sejak hari pertama lomba SMP MUAD sendiri telah menunjukan dominasinya sejak babak penyisihan.

Kasie Cagar Budaya dan Museum mengatakan pemenang LCC Kebudayaan dan Permuseuman Metro meraih hadiah piala dan uang pembinaan sebesar Rp.3.000.000 dan akan mewakili Kota Metro ke LCC Tingkat Propinsi.

“SMP MUAD juga pada tahun sebelumnya juga telah mewakili Propinsi Lampung ke LCC tingkat nasional dan memperoleh juara Harapan 1,” tambahnya.

Terpisah Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Metro, Seprita menjelaskan bahwa penyelenggaraan LCC yang digelar di salah satu objek yang akan direkomendasikan menjadi cagar budaya ini sendiri adalah upaya merealisasikan program revitaslisasi fasilitas budaya menjadi ruang publik yang bermanfaat.

“Selain itu  dalam rangka mendorong generasi muda Metro yang Berpendidikan, Sehat , Sejahtera dan Berbudaya sebagaimana visi Kota Metro,” tegasnya.

Salah seorang juri LCC Kian Amboro menjelaskan bahwa dari penyelenggaraan lomba selama tiga hari ini menunjukan bahwa minat terhadap sejarah, budaya di tingkat anak-anak SMP sebenarnya cukup baik.

“Hanya terkait pengetahuan sejarah lokal yang masih minim terbukti tidak banyak soal-soal terkait sejarah lokal Metro yang mampu dijawab oleh para peserta,” jelas Dosen Sejarah UM Metro tersebut mewakili I Made Giri Gunadi dari Musium Lampung dan Indi Rahayu Guru SMPN 1 Metro yang menjadi juri dalam LCC ini.

Hal tersebut mendapat respons dari Kasie Sejarah Andi Yulianie yang bertekad akan berupaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sejarah lokal.

“Hal ini menjadi motivasi kami bagaimana meningkatkan pengetahauan sejarah lokal bagi anak-anak dan generasi muda di Metro melalui pengembangan kurikulum sejarah lokal,” tambahnya.

Selain menggelar LCC Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menggelar lomba yel-yel antar peserta yang dimenangkan oleh SMPN 5 Metro.

Afriyan

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0