Telkom University Ciptakan Robot Pembasmi Kuman

HomeBerita

Telkom University Ciptakan Robot Pembasmi Kuman

Robot AUMR mulai diciptakan pada akhir Maret. Sejak awal proses riset hingga prototipe pertama memakan waktu sekitar tiga minggu.

Perangi Covid 19, Warga Bintang Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Empat Jurus Jokowi Bantu Nelayan dan Petani tetap Produktif
Kisah Warga Indonesia di Australia: Peluang Baru di Tengah Pandemi
4 min read

Bandung, Falsafah.ID – Sejumlah dosen dan mahasiswa Telkom University menciptakan robot pembasmi kuman, sebagai pengganti penyemprotan disinfektan. Robot bernama Autonomous UVC Mobile Robot atau disingkat AUMR ini bersenjatakan sinar ultraviolet tipe C atau UVC yang diharapkan dapat membunuh virus penyebab penyakit Covid-19. Sinar UVC itu terpancar dari enam buah lampu yang terpasang di badan robot.

“Lampu UVC ini memiliki tipe panjang gelombang antara 200 sampai 280 nanometer. Panjang gelombang tersebut dapat membunuh atau mengurangi kemampuan DNA atau RNA dari si virus itu. Maka virus itu tidak akan mereplikasi lagi. Jadi virus itu bisa dibilang terbunuh,” jelas Risnandar Satriatama, manajer riset dan pengembangan robot AUMR seperti dilansir BBC News Indonesia, Jumat (8/5/2020).

Sinar UVC yang dijadikan senjata pembasmi corona diyakini lebih ramah lingkungan. “Sinar UVC tidak akan meninggalkan bekas bahan kimia setelah sterilisasi, berbeda dengan disinfektan semprot,” papar Risnanda.

Tetapi, tidak boleh ada manusia di sekitar robot saat dia beraksi. Sebab, manusia yang terpapar sinar UVC akan mengalami kerusakan kulit dan mata.

Untuk mengoperasikannya secara otomatis dan manual, operator bisa menggunakan pengendali jarak jauh.

Saat beraksi, AUMR akan menyapu setiap jengkal ruangan dengan sinar UVC dalam jangkauan 1-2 meter selama 10 hingga 20 menit. Hal itu sesuai hasil pengujian laboratorium Bioteknologi LIPI pada virus SARS-Cov1 atau virus penyebab penyakit SARS yang satu keluarga dengan SARS-Cov2, penyebab Covid-19.

“Ada beberapa penelitian yang mengatakan kalau sinar UVC dapat membunuh virus SARS-Cov1. Kami menggunakan pendekatan itu karena virus SARS-Cov2 itu memiliki struktur yang sama dengan virus SARS-Cov1, meskipun belum ada penelitian spesifik dalam waktu dekat ini,” ujar Risnanda.

Komponen 80% dari dalam Negeri

Robot AUMR mulai diciptakan pada akhir Maret. Sejak awal proses riset hingga prototipe pertama memakan waktu sekitar tiga minggu. Proyek ini juga melibatkan LIPI sebagai pihak yang melakukan pengujian terhadap efektifitas sinar UV tipe C dalam membunuh virus corona.

Dua orang dosen Teknik Elektro Telkom University, Angga Rusdinar dan Irwan Purnama, menjadi innovator Robot AUMR ini. Tapi dalam proses riset dan pengembangannya melibatkan pula sejumlah mahasiswa Teknik Elektro.

Robot ini, menurut penciptanya, 80% bermuatan komponen dalam negeri. Dia ditenagai baterai accu yang bertahan selama empat hingga enam jam.

Proses riset dan pengembangannya menghabiskan dana sebesar Rp250 juta. Namun, rencananya, robot ini akan dijual dengan harga di kisaran Rp80juta hingga 100 juta. Dalam proses produksi secara massal, akan dikelola oleh mahasiswa yang telah mendirikan sebuah perusahaan start up.

PAGES

1 2 3

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1