Trump Sebut Ada Gerakan Fasisme Baru di Amerika

HomeBerita

Trump Sebut Ada Gerakan Fasisme Baru di Amerika

Trump mengatakan bahwa di sekolah-sekolah, di kantor berita, dan bahkan di ruang-ruang direksi, di Amerika ada gerakan fasisme sayap kiri terbaru.

Ngotot Naikkan Iuran BPJS, Presiden Terbitkan Perpres Baru
Seribu Lebih Calon Mahasiswa Baru Mendaftar ke UM Metro
Cegah Corona, UM Metro Terapkan Kuliah Daring
1 min read

South Dakota, Falsafah.ID Р Presiden AS Donald Trump dalam sebuah acara kampanye di Mount Rushmore di South Dakota mengatakan bahwa Amerika Serikat tengah menyaksikan kampanye brutal yang bertujuan menghapus sejarah, menghina pahlawan nasional, menghilangkan nilai-nilai, dan mengindoktrinasi anak-anak mereka, pada Jumat (3/7/2020).

Mt. Rushmore adalah memorial ternama yang memperlihatkan pahatan wajah empat presiden AS, yakni George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln.

Dikutip dari laman DW, Sabtu (4/7/2020), Trump bertekad akan melindungi Mt. Rushmore serta banyak memorial lainnya di seantero AS. Ia menegaskan bahwa tokoh-tokoh nasional AS akan selamanya diingat dalam sejarah.

Pernyataan Trump disampaikan di tengah berlangsungnya aksi perusakan patung serta monumen di sejumlah wilayah di AS. Gerakan merusak patung ini diasosiasikan dengan kolonialisme serta diskriminasi rasial, topik yang menjadi isu panas usai kematian pria kulit hitam George Floyd pada Mei lalu.

“Serangan terhadap kebebasan kita ini harus dihentikan, dan sudah pasti akan dihentikan,” sebut Trump.

“Di sekolah-sekolah, di kantor berita, dan bahkan di ruang-ruang direksi, ada gerakan fasisme sayap kiri terbaru. Itulah mengapa saya mengerahkan aparat federal untuk melindungi monumen, menangkap para perusuh, dan menjerat para pelanggar sesuai aturan hukum,” ungkapnya.

Dalam kampanyenya, ia mengatakan bahwa AS akan membangun sebuah taman memorial baru. Nantinya, taman itu akan menghadirkan patung dari berbagai “tokoh terhebat yang pernah hidup di Amerika.”

Sekelompok orang menyapa Trump dalam acara kali ini, dan terlihat mengabaikan risiko penularan virus korona (covid-19). Otoritas South Dakota telah menyiapkan masker untuk semua, namun banyak yang tidak mengambilnya.

Trump sendiri tidak mengenakan masker saat berpidato. Para pendukungnya juga tidak terlihat mematuhi imbauan menjaga jarak sosial atau social distancing. (*/Tempo)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1